1:55 pm - Tue, Apr 24, 2012

Im Hurted

Ntah kenapa akhirnya selalu sakit.  Aku tak tahu, apa ini sudah menjadi takdirku, atau memang nasip ku kali ini saja yang buruk.  Kali ini berawal dari sebuah social media.
Malam itu aku sedang online di suatu situs, tiba-tiba ada seseorang yang mengirimkan sebuah pesan kepadaku.  Ternyata dia adalah teman adikku.  Aku tak mengenalnya, aku hanya tau namanya, hanya tahu, tidak lebih.  Setelah mengobrol beberapa lama, akhirnya aku mengetahui, ternyata dia adalah kakak kelas ku ketika sekolah.  Saat itu, dia mengatakan kalau dia akan off, dan dia menanyakan nomor teleponku.  Sepanjang hidupku, aku tidak pernah memberikan nomor teleponku melaui sosial media kepada orang yang tidak ku kenal. Akhirnya aku pun tidak emmberikan nomor teleponku kepadanya.
Keesokan paginya, aku melihat sebuah pesan di ponselku, dari nomor tak dikenal berisikan “morning J akhirnya dapet juga nomornya ;)” awalnya aku bingung, siapa yang menghubungiku saat itu.  Setelah berfikir sejenak, aku kepikiran ornag yang semalam, ternyata benar, dia yang menghubungiku. Akhirnya kami pun menjadi sering berkomunikasi.  Tetapi, aku masih sulit berkomunikasi dengannya. Mengapa? Karena aku belum mengenal dia.  Setiap dia mengirimkan pesan, aku hanya membalas seperlunya, kadang bahkan tak ku balas.  Aku juga menggunakan kata “saya” ketika berkomunikasi dnegan dia.  Bahkan kadang, seringkali aku merasa terganggu dnegan pesan-pesannya yang menurutku tidak penting.  Aku pernha sengaja mematikan ponselku agar dia tidak mengirimkan pesan lagi.  Semua berubah ketika tidak sengaja adikku yang membalas pesannya.  Adikku menggunakan kata “aku” dan kalimat yang lebih bersahabat.  Akhirnya aku pun ikut terbiasa seperti itu.
Aku sennag dia terus memperhatikanku dan menayakan kondisiku setiap saat.   Perhatian seperti itulah yang kusuka.  Pada saat itu, kondisiku sedang tidak baik karena aku baru mengakhiri hubungan dengan teman lamaku.  Dia datang dan kembali memberikan warna. Tapi, ada stau hal yang mengganjal fikiranku.  Aku pernah mengirimkan sebuah public message kepadanya, dan dia tidak membalas.  Kufikir dia sedang tidak membuka situ sosial medianya, tetapi, melalu pesan singkat dia mengatakan bahwa dia telah menerima public message ku.  Ingin sekali kutanyakan mengapa dia tidak membalasnya, tapi tanganku tak kuasa untuk mengetikkan kata-kata. Dia pun memintaku untuk menambahkannya di list temanku di sosial media.
Kami pun terus berkomunikasi.  Komunikasi yang baik inilah yang telah membuat kami semakin dekat.  Kata-kata dala pesan singkatnya kadang membuatku tersenyum sendiri, bahkan akdang aku smapai tertawa terbahak-bahak. Aku wanita normal yang dapat mencair kapanpun.  Sedingin-dinginnya hatiku, dapat menjadi hangat juga bila dipertemukan dengan seekor naga api.terkadnag aku bingung mengartikan perasaanku sendiri.  Aku merasa, dia hanya temanku, dan dia pasti menganggap aku temannya.  Aku memiliki kebiasaan buruk, tidak dapat menyimpan cerita sendiri.  Aku emnceritakan semua yang ku alami kepada shaabt-sahabatku, bahkan terkadang aku menunjukkan beberapa pesan singkatnya.  Mereka berkata, kalau dia bersikap ‘berbeda’ kepadaku.
Hingga tibalah, waktu dimana petir menyambar di siang hari.   Siang itu, seorang temanku (xxx) sedang memainkan ponselku. Kebetulan mereka semua sedang berkumpul di rumahku karena kuliah sednag libur.  Tiba-tiba dengan histeris dia berteriak.  Aku dan temanku yang lain bingung. Xxx pun segera menghampiriku dan menunjukkan posnelku.  Aku pun melihat dan tiba-tiba aku terdiam.  Disitu tertera sebuah public message dari dia untuk seseorang wanita yang dipanggilnya “sayang”.  Sungguh, sungguh, sungguh sangat menyakitkan. Tapi, entahlah, tak ada setetspun air mata yang keluar dari mataku.  Ntah karena terlau sakit, atau perasaanku yang belum terlalu dalam kepadanya.  Mungkin yang kedua yang benar.  Perasaanku kepadanya memang belum terlalu dalam.  Teman-temanku pun memelukku.  Aku langsung tersenyum menatap mereka dan berkata “hei, kenapa kalian sedih? Aku saja tak apa, lihat aku? ayooo senyuuum”
Aku melihat kembali ke arah poselku.  Ada dua buah pesan masuk, dna kuliah keduanya dari dia.  Aku pun berusaha bersikap biasa saja kepadanya.  Ntah kenapa aku ingin membuka aku sosial mediaku.  Tanpa disangka ternyata site yang dibuka xxx belum ditutup dan kembali terlihat public message itu.  Tanganku terus bergerak seperti ingin mengetahui lebih banyak.  Ntah mengapa, ini bukan kebiasaanku, melihat-lihat akun orang dan public message mereka.  Tapi malam ini berbeda.  Aku pun mulai membaca kata demi kata.  Perutku melilit ketika membacanya.  Aku pun menemukan semuah nama yang kuyakini “pacarnya”.  Kubuka akunnya, dan kuliah fotonya.  Pendapatku ketika melihat foto itu hanya satu kata “cantik”.
Suatu hari, aku melihat sebuah public message miliknya yang tepampang di berandaku.  Isi nya adalah mengometari foto baru yang dipajang oleh pacarnya “zzz”.  Aku pun penasaran ingin melihat foto itu, dan membukanya.  Ketika aku melihat foto itu, mata fashion ku mulai menilai-nilai.  Aku memang tipe orang yang suka fashion dan gemar mengomentari pakaian yang digunakan orang lain.  Aku pun mengomentari penampilannya dengan membuat sebuah public message.  Malamnya, aku mendapat sbeuah pesan dari temanku, dia bilang aku disuruh membuka public message milik zzz.  Aku bilang aku tidak mau.  Akhirnya temanku bilang dia akan mengcapture isinya.  Ketika kulihat, isinya adalah kekesalan terhadap seseorang yang telah megomentari foto barunya. Astagaaaaa…dia membuka-buka public message ku.  Padahal saat itu, aku dan dia tidak berteman di sosial media.  Itu tandanya dia sengaja membuka akunku. Otakku kembali berputar. “berarti dia telah menceritakan tentangku kepada pacarnya, lelaki yang jujur”,fikirku.
Hari demi hari ku lalui dengan kepura-puraan tentang tidak mengetahui apa yang telah terjadi.hingga suatu malam, ketika aku sednag online di suatu situs media, dia mengajakku untuk chatting.  Kami pun mengobrol panjang.  Aku mebuat sebuah public status, yang isinya “iiih sial banget nih yang nge chat aku nih, sampe notif sky** nya nyangkut *nomention*” tanpa disangka dia me RT message aku. kami pun melanjutkan mengobrol, hingga dia pamit untuk off karena mau menjemput kakaknya yang sedang bekerja.  Aku pun melihat statusnya telah offline.  Tiba-tiba, selang 5 menit, dia kembali nge chat aku, aku bingung dan bertanya sesuatu kepadanya, tapi jawaban dia sangat aneh, dan aku curiga itu bukan dia.  Tiba-tiba, temanku mengirimkan sebuah gambar kepadaku.  Aku sangat terkejut melihatnya.  Itu adalah isi public message milik zzz.  Yang aneh isinya merupakan isi chat aku dengan si dia. Astagaaa ternyata tadi dia yang membalas pesanku.  Aku bingung apa yang harus kulakukan.  Aku pun memutuskan untuk memastikannya.  Aku menanyakan kepada dia siapa yang menggunakan akunnya, dan dia mengaku tidak tahu. Akhirnya aku pun kebali berpura-pura tidak mengetahui apa-apa
Pernah suatu malam, aku memancingnya agar ia dapat berkata tentang pacarnya.  Dan benar saja ia terpancing.  Jujur, ad arasa sakit dalam hati ini, tapi itu hanya sesaat.  Aku pun berkat apadanya, kalau ini semua harus diakhiri.  Dia berkata dia tidak mau.  Dia bilang aku adiknya.  Tapi apa buktinya?? Aku mempunya seorang kakak di kampus, yang biasa kupanggil aa, dia pernah berkata “gua lebih baik kehilangan orang yang gua cita daripada keilangan elo clara!!”aa juga pernah berkata “kalo, cewek gua yang diganggu mugkin gua maish bisa diem, tapi kalo adek gua yang diganggu, gua gak bisa diem, mau siapa dia, mau kayak apa dia, sampe bikin elo nangis, gua samperin”.  Aku gak pernah cerita sama aa tentang masalah ini, karena aku takut aa marah.  Tapi, aku pernah menanyakan tentang kasusku ke aa dengan ilustrasi orang lain.  Esok malamnya, dia menelponku.  Cukup lama hingga membuat telingaku panas. Ya jujur aku sedikit senang.
Esok harinya, aku tidak membawa kendaraan ketika ke kampus.  Aku pun dijemput seorang temanku di rumah.  Ketika siangnya, aku bingung bagaimana mau pulang karena ketika aku menghubungi ayah, ayah bilang beliau akan rapat sampai petang.  Aku mau menghubungi aa, tapi aku tidak enak, karena aa sedang tidak ada kuliah.  Tanpa disangka, dia pun menawarkan untuk menjemputku.  Ketika jam pulang, aku tak menunggu lama, dan dia pun datang.  Kami pun mengobrol, ya tidak banyak tapi cukup berkesan.
Kami pun melanjutkan komunikasi via sms ketika sampai di rumah maisng-masing.  Hingga minggu esoknya, operator kami sedang gangguan, dia sama sekali tidak bisa menghubungiku, begitupun aku.  Akhirnya malam harinya, ia menelponku dengan operator lain.  Kira-kira 60 menit dia menelponku.  Dia menceritakan aktivitasnya hari itu dengan antusias.  Aku tak bisa berbicara banyak, entah mengapa.
Mulai dari esok harinya, frekuensi dia menghubungiku semakin berkurang. Bahkan beberapa hari itu, ia baru menghubungiku malam hari. Aku tak tahu mengapa.  Mungkin dia dilarang “pacarnya” berhubungan denganku. Jujur, saat itu aku sangat resah.  Mungkin itu yang dinamakan galau oleh anak muda jaman sekarang.  Pernah suatu hari, salahs eorang temanku saah mengirimkan sms yang akhirnya sampai keadanya, baru dari situ kami mengobrol.  Setelahnya dia tak pernah menghubungiku.aku mulai terbiasa oleh hal-hal seperti itu.  Temanp-temanku selalu berkata kalau ia tak pantas untukku, karena masih banyak yang lebih baik yang sedang menantiku di luar sana.  Dan aku tak pernah mempedulikan hal ini lagi.  Mencoba untuk tak melihat dan mengenang semua tentangnya.

Read More

1:34 pm
145 notes
  • Terkadang ada kebohongan-kebohongan yang diperuntukkan untuk membahagiakan dan demikian sebaliknya, ada pula kejujuran-kejujuran yang sengaja dipertunjukkan untuk mengecewakan.
1:33 pm
145 notes
  • Terkadang ada kebohongan-kebohongan yang diperuntukkan untuk membahagiakan dan demikian sebaliknya, ada pula kejujuran-kejujuran yang sengaja dipertunjukkan untuk mengecewakan.
1:29 pm
111 notes

Aku Ingin

vampiroid:

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu

kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan

kepada hujan yang menjadikannya tiada

-Sapardi Djoko Damono

(via zarryhendrik)

1:21 pm - Thu, Mar 22, 2012

aku berdoa untukmu

semoga sukses

dan aku berharap padamu, semoga kita jodoh :’)

9:20 am - Wed, Mar 14, 2012
1 note

im FRAGILE </3

Hancur. Sedih. Patah

sedih.

Ketika yang kau cintai membagi hatinya buat orang lain

sedih

Ketika orang yang kau anggap perhatian berbuat hal yang sama dengan orang lain.

Aku benci!

Aku benci seperti ini!

sedih.

ketika yang kau percaya malah berhianat

Aku hancur mungkin memang seperti lagu, ini lebih dari berkeping-keping

11:25 am - Tue, Mar 13, 2012
Seharusnya Tuhan membuatku mengerti bukan membuatku bersabar
#13maret2012
9:17 am - Wed, Feb 22, 2012

Apa ada baiknya menyentuh segala seluk beluk kekuranganmu, menelusurinya sampai ke palung masa lalumu? Aku dalam keadaan tidak tenang sekarang. Memiliki hati yang hidupnya begitu misterius. Haruskah aku melihat apa yang kau lihat, mendengar apa yang kau dengar, menyaksikan hal-hal yang kau lewati, sekalipun itu mungkin akan menjadi hal termenyakitkan bagiku. Sebab merasakan apa yang kau rasakan seakan tak cukup menutup gundahku di tiap malam.

Setiap harinya kau bagai mengucap salam perkenalan, sekalipun lewat kata rindu dan sayang yang amat manis bukan kepalang. Siapakah kau, Sayang?

(zarry hendrik)

8:01 am

clara

Hai clara

salam kenal dariku

siapa kamu?

Awal tau tentangmu lewat mention yang kirim buat dia?

Kalian kenal?

Aku tidak terlalu menanggapinya waktu itu.

Tapi sempat berpikir mana ada yang belum saling follow lalu mengecek satu sama lain.

Pada akhirnya, Tuhanku yang baik menunjukkan siapa kamu secara langsung.

8 februari 2012

aku melihat chatnya. Itu pertama kali nya kalian kenal

Dia tertarik padamu sepertinya :)

dan kau juga begitu menanggapinya

pertukaran nomer yang bisa dihubungi bukan

dan kau enggan memberinya, tapi memberikan kode kepada siapa dia harus memintanya.

Aku sakit mengeahuinya :”)

Malam itu banyak yang aku pikirkan

tidak terlalu memusingkan hal itu

hubungan makin pelik.

hadirnya kamu semuanya makin pelik

AKu benci kamu, clara!

sangat benci. Benci kehadiranmu, benci semuanya darimu

Aku mencari tau sendiri. Banyak hal yang aku lakukan

Aku benci kamu, clara.

11:30 am - Fri, Feb 17, 2012
17 februari 2012 hari ini kau diputuskan lagi. :’> dan tololnya tetap tidak ingin
Following
Likes
More Likes
Install Headline